Minggu, 18 Januari 2015

makalah kewirausahaan



II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan beerasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu, jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Menurt Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenai produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya.
Wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan usaha atau kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan kewirausahaan menunjuk pada sikap mental yang dimiliki seseorang wirausahal dalam melaksanakan usaha atau kegiatan. Kewirausahaan dilihat dari sumber daya yang ada didalamnya adalah seseorang yang membawa sumberdaya yang berupa tenaga kerja, material, dan aset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang lebih besar dari pada sebelumnya dan juga diletakkan pada orang yang membawa perubahan, inovasi dan aturan baru. Kewirausahaan dalam arti proses yang dinamis adalah kewirausahaan merupakan sebuah proses mengkreasikan dengan menambah nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik dan resikososial, dan akan menerima reward yang berupa keuangan dan kepuasan serta kemandirian personal.
Terdapat hal-hal yang dimiliki seorang wirausahawan:
1.      Proses berkreasi yaitu mengkreasikan sesuatu yang baru dengan menambahkan nilainya. Pertambahan nilai ini tidak hanya diakui oleh wirausahawan semata namun juga audiens yang akan menggunakan hasil kreasi tersebut.
2.      Komitmen yang tinggi terhadap penggunaan waktu dan usaha yang diberikan. Semakin besar dan fokus perhatian yang diberikan dalam usaha ini maka akan mendukung proses kreasi yang akan timbul dalam kewirausahaan.
3.      Memperkirakan resiko yang mungkin timbul. Dalam hal ini resiko yang mungkin terjadi berkisar pada resiko keuangan, fisik dan sosial.

  Dalam hal ini reward yang terpenting adalah dependensi atau kebebasan yang diikuti dengan kepuasan peribadi. Sedangkan reward berupa uang biasanya dianggap sebagai bentuk derajat kesuksesan usahanya.


B.     Ciri-ciri Wirausahawan
Sebagian besar wirausaha adalah pengusaha, namun hanya sebagian kecil pengusaha yang dapat disebut wirausaha, karena tidak semua pengusaha mempunyai dan mengamalkan kewirausahaan
.seorang wirausaha harus belajar banyak tentang diri sendiri, kekuatan dan kelemahan yang datang dari tindakan-tindakan yang dilakukannya sendiri, serta kegagalan harusditerima sebagai pengalaman belajar. Beberapa wirausaha dapat berhasil setelah mengalami banyak kegagalan. Belajar dari pengalaman masa lalu dan pengalaman orang lain akan sangat membantu para wirausaha dalam menyalurkan kegiatannya untuk mencapai hasil-yang lebih positif dan keberhasilan merupakan buah dari usaha yang idak kenal lelah.
Ciri-ciri wirausahawan adalah:
a.       Percaya Diri (PeDe)
b.      Memiliki Daya Intuisi yang Tajam
c.       Berorientasi pada Tugas dan Hasil
d.      Berani Mengambil Resiko
e.       Memiliki Kemampuan Memimpin
f.       Berorientasi ke Masa Depan
g.       Sikap Tanggap Terhadap Perubahan
h.      Kreativitas yang Tinggi
i.        Keorisinilan


C.     Tujuan Kewirausahaan
Bahan ajar matadiklat kewirausahaan dapat diajarkan dan dikembangkan sekolah dasar, sekolah menengah, perguruan tinggi, dan berbagai kursus bisnis. Dalam pelajaran kewirausahaan, para siswa diajari dan ditanamkan sikap-sikap perilaku untuk membuka bisnis, agar mereka menjadi seorang wirausaha yang berbakat. Tujuan kewirausahaan adalah:
a.       Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas
b.      Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat
c.       Membudayakan semangat sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan dikalangan pelajar dan masyarakat yang mampu, handal, dan unggul
d.      Menumbuhkembangkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap para siswa dan masyarakat.


D.     Manfaat Kewirausahaan
Kewirausahaan memiliki 4 manfaat sosial:
1.      Memperkuat pertumbuhan ekonomi, menyediakan pekerjaan baru dalam ekonomi. Ekonomi saat ini adalah tanah yang subur bagi wirausahawan misal; permintaan pelayanan sektor jasa meledak.
2.      Meningkatkan produktivitas, kemampuan untuk menghasilkan lebih banyak barang dan jasa dengan tenaga kerja dan input lain yang lebih sedikit.
3.      Menciptakan teknologi, produk dan jasa baru, komputer digital, mesin fotocopy, laser, power steering.
4.      Merubah dan meremajakan persaingan pasar, pasar internasional menyediakan peluang kewirausahaan.


E.     Ruang Lingkup Kewirausahaan
Secara umun rung lingkup kewirausahaan adalah bergerak dalam bisnis. Jika diuraikan secara rinci ruang lingkup kewirausahaan bergerak dalam bidang:
1.      Lapangan Agraris
a.       Pertanian
b.      Perkebunan dan kehutanan
2.      Lapangan Perikanan
a.       Pemeliharaan ikan
b.      Penetesan ikan
c.       Makan ikan
d.      Pengangkutan ikan
3.      Lapangan Peternakan
a.       Bangsa burung atau unggas
b.      Bangsa binatang menyusui
4.      Lapangan Perindustrian dan Kerajinan
a.       Industri besar
b.      Industri menengah
c.       Industri kecil
d.      Pengrajin
a)      Pengolahan hasil pertanian
b)      Pengolahan hasil perkebunan
c)      Pengolahan hasil perikanan
d)      Pengolahan hasil peternakan
e)      Pengolahan hasil perhutanan
5.      Lapangan Perdagangan
a.       Sebagai pedagang besar
b.      Sebagai pedagang menengah
c.       Sebangai pedagang kecil
6.      Lapangan Pemberi Jasa
a.       Sebagai pedagang perantara
b.      Sebagai pemberi kredit atau perbankan
c.       Sebagai pengusaha angkutan
d.      Sebagai pengusaha hotel atau restoran


F.      Kiat bagi Calon Wirausaha yang Sukses
Ada 10 yang dapat digunakan bagi calon wirausaha untuk mendirikan suatu bisnis:
1.      Membatasi pendiri inti yang secara sadar dapat menyetujui dan memberi sumbangan langsung terhadap apa yang akan dicapai oleh perusahaan, bagi siapa dan kapan.
2.      Tentukan bisnis perusahaan dikaitkan dengan apa yang akan debeli pelanggan, siapa yang tepat melakukannya, dan mengapa.
3.      Pusatkan semua sumberdaya yang ada untuk menyelesaikan dua atau tiga sasaran operasional yang spesifik pada jangka waktu yang ditentukan.
4.      Bersiaplah dan bekerjalah berdasarkan rencana yang tertulis dan uraikan siapa yang mengerjakan tugasnya, kapan serta harus mengerjakan apa dalam seluruh organisasi.
5.      Karyakanlah orang-orang kunci yang memiliki bukti riwayat keberhasilan dalam mengerjakan tugasnya, sesuai dengan sistem nilai yang dianut perusahaan.
6.      Berikanlah penghargaan bagi mereka yang berprestasi diatas standar prestasi yang telah ditetapkan.
7.      Perluaslah secara metodik suatu basis yang mendatangkan laba menjadi suatu bisnis yang kokoh.
8.      Rencanakan, monitor dan perihalaralah uang tunai serta kemampuan bayar.
9.      Pertahankan pandangan objektif.
10.  Bersiaplah mengadakan perubahan yang terus-menerus dengan memeriksa rencana usaha secara periodik, apakah masih cocok dengan realita yang ada di pasar dunia.

Faktor penyebab keberhasilan kewirausahaan adalah:
a.       Mau Kerja Keras
Kerja keras merupakan modal dasar untuk keberhasilan seseorang. Sikap kerja kelas harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Dalam hal ini, unsur disiplinmemainkan peran penting. Sebab, bagaimana orang mau kerja keras jika disiplin tidak ada. Dia harus mengatur waktu, sesuai irama kehidupan, bangun pagi, siap-siap untuk kerja, mulai kerja, istirahat (tidak terlalu lama) dan seterusnya sampai malam tiba. Malam hari ia tidur (tidak begadang sampai larut malam).

b.      Bekerja Sama dengan Orang Lain
Perbanyak teman dengan orang-orang dibawah ataupun orang-orang diatas kita. Murah hati, banyak senyum kepada bawahan dan patuh serta disiplin menghadapi atasan, dan hindarkan permusuhan. Dengan menggunakan tenaga orang lain, maka tujuan mudah tercapai. Ini yang disebut “manajemen”.
Seorang wirausahawan mudah bergaul, disenangi oleh masyarakat. Dia tidak suka fitnah, sok hebat, arogan, tidak suka menyikut, menggunting dalam lipatan, menohok kawan seiring, dan sebagainya. Dia harus berperilaku yang menyenagkan bagi semua orang, sehingga memudahkan bekerja sama dengan mencapai keberhasilan.

c.       Penampilan yang Baik
Bukan berarti penampilan harus body face atau muka yang elok atau paras cantik. Tetapi lebih ditekankan pada penampilan perilaku jujur, disiplin. Banyak orang tertipu dengan rupa nan elok tetapi ternyata orangnya penipu ulung, pribadi yang baik dan jujur akan disenangi orang di manapun dan akan sukses bekerja sama dengan siapa saja.

d.      Yakin
Harus memiliki keyakinan diri bahwa kita akan sukses melakukan suatu usaha, jangan ragu dan bimbang. Yakin diimplementasikan dalam tindakan keseharian, melangkah pasti, tekun, sabar, tidak ragu-ragu, setiap hari otaknya selalu berputar membuat rencana dan perhitungan alternatif

e.       Pandai Membuat Keputusan
Jika dihadapkan alternatif, harus memilih maka buatlah pertimbangan yang matang. Kumpulkan berbagai informasi, boleh minta pendapat orang lain, setelah itu ambil keputusah jangan ragu-ragu. Dengan berbagai alternatif yang ada dalam pikiran ia akan dapat mengmbil keputusan yang baik.

f.       Mau Menambah Ilmu Pengetahuan
Zaman sekarang pendidikan adalah nomor satu. Tenaga tidak terdidik harganya murah sekali. Sebaliknya orang terdidik, memiliki ilmu dan keterampilan akan dibayar mahal.pendidikan bukan berarti harus masuk perguruan tinggi, melainkan pendidikan dalam bentuk kursus-kursus, penataran dikantor, membaca buku, dan sebagainya.
Pendidikan dalam bentuk diploma akan sangat membantu seseorang menemukan dan mengembangkan jiwa serta operasional wirausahanya. Tetapi, hal yang penting ialah adanya tambahan pengetahuan.

g.       Ambisi untuk Maju
Jangan loyo, pasrah dan menyerah tidak mau berjuang. Kita harus punya semangat tinggi, mau berjuang untuk maju. Orang yang gigih dalam menghadapi pekerjaan dan tantangan, biasanya banyak berhasil dalam kehidupan. Apapun jenis pekerjaannya yang dilakukan, profesi apapun yang dihadapi, kita harus mampu melihat kedepana dan berjuang untuk menggapai apa yang diidam-idamkan.

h.      Pandai Berkomunikasi
Pandai berkomunikasi berarti pandai mengorganisasikan buah pikiran kedalam bentuk ucapan yang jelas, menggunakan tutur kata yang enak didengar, mampu menarik perhatian orang lain. Komunikasi baik, diikuti dengan perilaku jujur, konsisten dalam pembicaraan akan sangat membantu seseorang dalam mengembangkan karier masa depannya. Akhir dengan keterampilan berkomunikasi itu seseorang dapat mencapai puncak karier. Meraih kursi empuk yang menjadi idapan setiap orang.


G.    Faktor Penyebab Kegagalan Kewirausahaan
a.       Kurangnya Dana untuk Modal
Tidak semua kegagalan disebabkan karena modal yang tidak ada, akan tetapi sebagian besar kegagalan itu ada karena kurangnya dana.
b.      Kurangnya Pengalaman dalam Bidang Bisnis
Berikan satu jabatan pada ahlinya,dengan kata lain tempatkan sesuatu pada tempatnya.
c.       Tidak ada Perencanaan yang Tepat dan Matang
Dalam berwirausaha, merencanakan sesuatu, atau merencanakan sesuatu perlu disiapkan dahulu.
d.      Tidak Cocoknya Minat Terhadap Bidang Usaha yang Sedang Digeluti
Menempatkan sesuatu pada tempatnya, termasuk tempatkan pada minat dan bakat dimana orang itu berminat dan berbakat agar usaha atau pekerjaan yang dilakukan menjadi sahabat dan dapat ditekuni dengan baik.
e.       Kurang Ulet dan Cepat Putus Asa
Sedangkan kita harus dituntut untuk rajin, tekun, sabar, dan jangan putus asa.
f.       Kurang tekun dan teliti
g.       Kurangnya pengawasan
h.      Kemacetan yang sering terjadi
i.        Pelayanan yang kurang baik
j.        Tidak jujur dak kurang cekatan
k.      Kurang inisiatif dan kurang kreatif
l.        Kekeliruan dalam memilih lapangan usaha
m.    Menyamakan usaha sebagai badan sosial,
Karena salah satu ciri kalau orang berbisnis harus kikir, kalu badan sosial, ikhlas beramal, bila perusahaan jadi kikir maka ia jelas irit.
n.      Banyak pemborosan dan penyimpanan
o.      Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen
p.      Sulit memisahkan antara harta pribadi dengan harta perusahaan
q.      Mengambil kredit tanpa pertimbangan yang matang
r.        Memulai usaha tanpa pengalaman dan modal pinjaman
s.       Banyaknya piutang ragu-ragu
t.        Kekeliruan menghitung harga pokok
Dalam melakukan suatu usaha penjualan harus menghitung berapa banyak harga pokok.
















III
PENUTUP

            Kesimpulan
     Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, berbudi luhur, berani dan berwatak agung. Didalam kaus besar bahasa Indonesia dikatakan wirausaha adalah:
1.      Orang yang pandai dan berbakat mengenali produk baru
2.      Menentukan cara produksi baru
3.      Menyusun operasi untuk mengadakan produk baru
4.      Mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya
5.      Usaha berarti perbuatan amal, berupa sesuatu, bekerja atau berusaha. Jadi wira usaha secara etimolosi berarti pejuang yang berbuat sesuatu.

Kata inovasi pertama kali diperkenalkan oleh Schumpeter 1953, inovasi dipandang sebagai kreasi dan implementasi atau biasa juga disebut sebagai koordinasi baru dalam inovasi itu juga dapat menciptakan nilai tambah, yang berkaitan dengan oraganisasi. Pemegang saham maupun masyarakat luas. Jadi inovasi adalah mengkreasikan dan mengimplementasikan sesuatu menjadi satu kombinasi. Kombinasi baru itu dapat merujuk pada produk jasa, proses kerja pasar, kebijakan dan sistem baru.











DAFTAR PUSTAKA

           
Panji Anoraga, Pengantar Bisnis, Jakarta: Rineka Cipta,         2007.
Yusuf , Suhendra, Teori Terjema, Bandung: Pustaka Jaya, 1994.
Abdullah, Hobir, wirausaha dan wiraswasta, Jakarta: Erlangga, 1996.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar